Menu
Showing posts with label tazkirah. Show all posts
Showing posts with label tazkirah. Show all posts


Satu kuku panjang ibarat bela sekandang babi? Awas!! Inilah dosa bela kuku panjang & ikuti Penjelasan Dari Ustaz Azhar Idrus


Di zaman sekarang ini, kita sering melihat banyak wanita yang suka memanjangkan kuku. Mereka suka menyerupakan dirinya dengan haiwan-haiwan buas, dengan memanjangkan kuku kemudian mereka mengecatnya dengan cat-cat kuku berwarna norak.


Sebagian dari mereka beralasan, kerana kuku yang panjang boleh menambah kecantikan. Lantas Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Wanita Menurut Islam?
Perlu diketahui, bahwa Islam adalah agama yang sangat mencintai kebersihan. Kebersihan pada kuku pun diperhatikan oleh Islam. Hal ini tampak dari beberapa hadits nabawi, salah satunya riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, vahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ
“Ada lima macam fitrah , iaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)
Jika kuku yang kita miliki tidak bersih, maka makan pun jadi tidak bersih disebabkan kotoran yang melekat di bawah kuku. Karenanya memanjangkan kuku itu menentang fitrah dan menyelisihi ajaran syariat.
Riwayat lain dari Al Baihaqi dan Ath Thabrani bahwa Abu Ayyub Al Azdi berkata,
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَأَلَهُ عَنْ خَبَرِ السَّمَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« يَسْأَلُ أَحَدُكُمْ عَنْ خَبَرِ السَّمَاءِ ، وَهُوَ يَدَعُ أَظْفَارَهُ كَأَظْفَارِ الطَّيْرِ يَجْمَعُ فِيهَا الْجَنَابَةُ وَالتَّفَثُ ». لَفْظُ الأَسْفَاطِىِّ هَكَذَا رَوَاهُ جَمَاعَةٌ عَنْ قُرَيْشٍ.
“Ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bertanya pada beliau mengenai berita langit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Ada salah seorang di antara kalian bertanya mengenai berita langit sedangkan kuku-kukunya panjang seperti cakar burung di mana ia mengumpulkan janabah dan kotoran.”
Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Wanita mahupun Pria adalah makruh menurut kebanyakan ulama. Namun jika memanjangkannya atau membiarkan kuku tersebut panjang selama lebih dari 40 hari, Maka hal ini diharamkan. Pendapat yang mengatakan haram ini dipilih oleh Imam Syaukani dalam Nailul Author. Dalil pembatasan 40 hari untuk batas waktu memotong kuku adalah perkataan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dibawah ini.
وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, iaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258).
Yang dimaksud hadits diatas adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari. (Syarh Shahih Muslim, 3: 133).
Jika ada wanita muslimah yang terlihat kuku panjangnya selalu tampak bersih, itu karena ia rajin membersihkannya. Dan hal ini tentu saja memerlukan waktu ekstra dan mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan manicure, pedicure dan sebagainya. Hal seperti ini merupakan salah satu sikap mubadzir yang sangat dilarang oleh Islam. Hal ini akan membuat membazir duit untuk hal-hal yang tidak berguna.
Imam Nawawi rahimahullah berkata,
وأما التوقيت في تقليم الاظفار فهو معتبر بطولها: فمتى طالت قلمها ويختلف ذلك باختلاف الاشخاص والاحوال: وكذا الضابط في قص الشارب ونتف الابط وحلق العانة
“Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong. Ini berbeza satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan.” (Al Majmu’, 1: 158).
Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah berkata bahwa memotong kuku, mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak disunnahkan di hari Jumat.
Kuku yang tidak bersih bisa membawa dampak masalah. Apa masalahnya? Imam Nawawi menjelaskan, “Seandainya di bawah kuku ada kotoran namun masih membuat air mengenai anggota wudhu karena kotorannya hanyalah sedikit, wudhunya tetaplah sah. Namun jika kotoran tersebut menghalangi kulit terkena air, maka wudhunya jadilah tidak sah dan tidak boleh menghilangkan hadas.”
Selain itu, Kuku yang panjang juga boleh menjadi sarang syaitan dan tempat persembunyian mereka. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  bersabda: “Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendeklah) kuku-kukumu. Sesungguhnya syaitan mengikat (dengan sihir, rayuan, dan godaan melalui) kuku-kuku yang panjang. ” (HR. Ahmad)
Dari hadits di atas, kita boleh menyimpulkan bahawa secara tidak langsung Rasulullah menganjurkan pada umatnya baik laki-laki mahupun perempuan untuk memotong kuku-kuku nya dan juga melarang untuk memanjangkannya (kerana itu mudah untuk digoda syaitan).

Berikut penjelasan video Ustaz Azhar Idrus mengenai kuku panjang didalam Islam.


Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:

�Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan��..�

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.
baca lagi Klik TAJUK ENTRI ni

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapiSOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWTmemberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahalaSEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

BERSABDA RASULULLAH SAW: �SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU
YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT�

Sumber: http://suaramedia.org
0


Mau rezeki terus terbuka dan lancar? Berzikirlah ! Zikir itu adalah jalan pintas atau jalan termudah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena zikir tidak terbatas ruang dan waktu. Setiap saat kita bisa melakukannya. Bukan hanya setelah shalat fardhu bahkan saat menunggu maupun di sela-sela aktivitas kerja kita bisa berzikir.

Zikir itu intinya adalah mengingat Allah setiap saat. Bukan hanya komat-kamit membaca serangkaian kata-kata dalam bahasa Arab tapi hendaknya harus mengerti arti atau maknanya. Zikir yang terbaik adalah yang mengagungkan Allah seperti Asmaul Husna. Kita mengenal ada 99 nama yang dimiliki Allah yang intinya mengagungkan dan membesarkan namaNya.

Salah satu Asmaul Husna yang sering saya amalkan adalah Ya Fattah Ya Razzaq.

AL FATTAH

Arti dari Asmaul Husna ini adalah pembuka. Jika diamalkan secara rutin bisa membuka rezeki, membuka jodoh, membuka jalan usaha, membuka pikiran yang tertutup, membuka langit, membuka ampunan. Apa saja yang terasa tertutup dan kita ingin membukanya dengan izin Allah maka zikir mengulang-ulang nama Allah Ya Fattah bisa dilakukan.

Bagi yang belum punya jodoh, zikir ini berarti memohon agar dibukakan jodohnya, dipertemukan dengan orang tepat dan bisa membimbing dan dibimbingnya menuju jalan Allah.
Bagi yang belum punya anak, zikir ini berarti memohon agar diberi kesempatan memiliki buah hati dari rahim sendiri.
Bagi yang belum punya pekerjaan, zikir ini berarti memohon agar dibukakan jalan menuju pekerjaan impian atau di bukakan jalan untuk memulai usaha sendiri.
Bagi yang punya banyak dosa, zikir ini berarti memohon agar pintu ampunan Allah dibukakan untuknya.
Bagi yang punya banyak masalah, zikir ini berarti memohon dibukakan jalan keluar dan solusi dari semua masalah yang menimpa.
Bagi yang lagi sakit, zikir ini berarti memohon dibukakan jalan kesembuhan baginya.

AR RAZZAQ

Ya Razzaq adalah Maha Pemberi rezeki. Kita semua tahu bahwa Allah lah yang memberi rezeki. Jika diamalkan secara rutin maka rezeki insya Allah akan terus mengalir dan datang dari tempat yang tak disangka-sangka, dibebaskan dari masalah keuangan dan sebagainya.

Bagi orang yang rezekinya seret, susah, mandek, terhambat bisa mengamalkan zikir ini agar rezekinya lancar dan berkah.
Bagi yang memiliki anak, bisa membaca zikir ini agar anak yang dikandungnya atau dididiknya menjadi anak saleh, tidak bandel, bermanfaat dan bisa jadi tiket buat mengantar orangtuanya ke pintu surga
Bagi suami isteri yang mengarungi bahtera rumah tangga yang bermasalah, zikir ini bermanfaat untuk memohon rezeki rumah tangga yang sakinah dan menyatukan dua hati yang berjarak.
Bagi yang sedang usaha dan ingin usahanya terus membawa rezeki, amalan zikir bisa diamalkan.
Bagi yang ingin naik haji dan umroh segera bisa merutinkan bacaan zikir ini agar dimudahkan rezekinya menuju ke sana.
Bagi yang butuh biaya pendidikan, pengobatan, usaha dalam jumlah banyak bisa mengamalkan zikir ini agar dimudahkan memperoleh biaya tersebut.

CARA MENGAMALKAN YA FATTAH YA RAZZAQ

Banyak yang menyarankan agar membacanya sebanyak 111 kali setiap hari, 99 kali, 66 kali ataupun 33 kali. Bahkan kalau mampu bisa sampai 1000 kali atau 300 kali. Semakin banyak semakin baik.
Hendaknya diamalkan dimana saja dan kapan saja, tidak mesti harus selesai shalat fardhu saja.
Kalau saya pribadi membaca Ya Fattah Ya Razzaq setiap selesai shalat fardu 11 kali (disamping membaca tasbih, tahmid dan takbir). Saya juga membacanya setelah selesai shalat sunat dhuha dan shalat sunat tahajud. Setiap selesai dua rakaat shalat sunat tersebut sebelum melanjutkannya ke dua rakaat selanjutnya saya sempatkan membaca Ya Fattah Ya Razzaq sebanyak 11 kali. Baru kemudian saya lanjutkan dua rakaat berikutnya, selesai salam kembali membaca zikir tersebut sebanyak 11 kali. Begitu seterusnya. Karena sekarang Ramadhan saya juga mengamalkannya diantara shalat tarawih, agar puasa saya lebih berberkah dan dimudahkan.

Uztaz Yusuf Mansyur menyarankan membacanya minimal 12 kali, yaitu 5 kali setelah shalat fardu, 1 kali setelah dhuha, 1 kali setelah tahajud dan 5 kali diantara azan dan iqamat.
Disamping membacanya tetap berusaha seperti biasa, yang kerja tetap kerja yang dagang tetap dagang, jangan berhenti.

Yakin bahwa Allah akan mengabulkan hajat kita, membuka apa yang tertutup dan melancarkan apa yang tersendat termasuk rezeki kita.
Menyuburkan amalan-amalan pendorong doa, amal saleh dan sebisanya hindari maksiat.
Setiap saat bisa diamalkan kemudian dilanjutkan doa sesudahnya, memohonkan hajat kita. Bahkan saat nyetir pun bisa baca zikir tersebut ketimbang mendengarkan lantunan lagu-lagu dari CD atau turut pusing mendengarkan berita dari radio mobil.

PENGALAMAN SAYA SETELAH MENGAMALKAN ZIKIR YA FATTAH YA RAZZAQ

Saya akui bahwa saya orang yang tidak terlalu religius. Ilmu saya masih sedikit dan menjalankan agama sesuai dengan ilmu yang sedikit itu. Zikir ini memang saya amalkan setelah membaca tauziah Uztaz Yusuf Mansyur mengenai percepatan rezeki dengan zikir Asmaul Husna termasuk Ya Fattah Ya Razzaq.
Sebisa mungkin saya berusaha untuk tidak meninggalkan shalat sunat rezeki yaitu shalat dhuha sebanyak 6 rakaat setiap harinya. Saya usahakan untuk shalat tahajud meskipun cuma 2 rakaat (meski terus terang lebih banyak tidurnya hehehe..).

Setelah rutin mengamalkan dengan cara di atas tadi saya tidak pernah merasakan masalah keuangan yang berarti. Pekerjaan saya sebagai PNS golongan III di sebuah instansi pemerintah bergaji tetap setiap bulannya tapi Alhamdulillah saya hidup merasa tak pernah kekurangan. Setiap saya ingin membeli sesuatu uangnya pasti tersedia. Ada-ada saja jalannya, bisa lewat saya ataupun lewat suami yang juga pegawai negeri, Saya membuat fikiran saya fokus pada keberlimpahan dan kebersyukuran atas rezeki yang saya miliki dan menepis jauh-jauh perasaan kurang dan tidak punya.
Saya tidak pernah mengatakan tidak punya uang (pada diri saya) meskipun kenyataannya uang di kantong saya memang tidak ada dan tabungan saya menipis. Saya selalu berfikir bahwa saya punya cukup banyak untuk dibelanjakan dan disyukuri. Jika uang saya sedikit, sedikit juga yang saya belanjakan dan syukurnya yang diperbanyak. Jika uang saya berlebih, saya belanjakan sesuai kebutuhan disertai syukur karena bisa berbelanja lebih dari biasanya.

Saya juga berusaha semampunya berbuat baik pada kedua orang tua terutama ibu saya dan mertua. Karena kebetulan berbeda kota, setiap orang tua / mertua mengunjungi kami tak pernah lupa untuk memberi sangu (ongkos) sekedarnya sebelum mereka pulang, berapa kalipun mereka datang dalam sebulan. Saya sangat paham pentingnya berbakti pada orang tua. Kepada anak kecil seperti ponakan yang berumur SD bahkan sampai yang kuliah sekedar memberi uang jajan 10 ribu untuk yang kecil sampai 50 ribu untuk yang besar tak lupa saya lakukan. Saya senang melihat mereka tersenyum dapat uang jajan / uang celengan dari saya. Terbayang waktu saya kecil bagaimana senangnya saat ada paman / bibi yang datang dan memberi uang jajan pada saya.

Alhamdulillah sejak saya mulai mengamalkan hal-hal tersebut di atas mulai sekitar tahun 2011 sampai saya menulis tulisan ini di awal Juli 2015 belum pernah saya merasakan kesulitan yang berarti dalam rezeki saya. Padahal sebelumnya saya juga sering mengalami masalah, seperti rumah kemalingan beberapa kali, emas, uang, dan harta benda melayang digondol orang, kecelakaan meskipun tidak parah dan sering merasa kekurangan uang.

Saat ini meskipun kami tidak kaya berlimpah harta tapi yang peling penting kami selalu merasa cukup. Kami bisa makan, berpakaian, punya rumah yang layak dan bisa berbagi dengan orang lain itu lebih dari cukup. Saya menuliskan ini real dari pengalaman saya pribadi, insya Allah tidak ada perasaan riya atau ingin dipuji tapi semata-mata saya niatkan buat pembelajaran untuk kita semua. Bahwa rezeki Allah itu fenomena yang tidak dapat dikalkulasi dengan hitungan matematika karena sifatnya yang abstrak. Bukan wewenang kita untuk menentukan berapa banyak rezeki yang kita terima, tapi itu adalah wilayahnya Allah. Kita hanya meminta dan memantaskan diri untuk menerima.

Saya tutup tulisan ini dengan penekanan bahwa ibadah yang baik itu bukan yang jumlahnya banyak tapi yang rutin dilakukan biar jumlahnya sedikit. Demikain pula dengan zikir ini, bukan berapa kali hitungannya dalam sehari tapi kontinuitasnya. Biar cuma 1 kali sehari tapi jika rutin itu lebih baik dibanding 1000 kali tapi cuma sekali selama setahun. Semoga Allah merahmati kita semua. Wallahu alam.

Sumber: http://suaramedia.org
0


Sebagai seorang isteri, tanpa sedar kita melakukan tindakan berdosa terhadap suami, malah menganggap dosa tersebut adalah hal biasa saja. Padahal syurga dan neraka isteri ada pada redha suaminya.

Semoga 10 daftar dosa yang paling kerap dilakukan oleh isteri ini boleh kita hindari agar terjauh dari kebencian suami dan laknat Allah.

1. Menafikan kebaikan suami

Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.

Para sahabat bertanya: Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?

Rasul menjawab: (Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.

2. Tidak menghormati keluarga suami

Seorang suami harus berlaku lembut pada isterinya, namun demikian isteri pun wajib bersikap lembut pada keluarga suami, terutama kedua orang tua suami. Jangan sampai isteri memonopoli suaminya sehingga ibu dan bapanya sendiri tak dapat mendapatkan hak mereka terhadap anak lelakinya.

Dalam sebuah hadis sahih, diriwayatkan bahawa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?

Rasulullah menjawab, Suaminya (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, Siapakah yang berhak terhadap seorang lelaki? Rasulullah menjawab, Ibunya (HR. Muslim)

Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan: Suatu hari datang seorang lelaki kepada Rasulullah Saw, dia berkata, Ya Rasulullah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapa saya menginginkan (meminta) harta saya itu?

Rasulullah menjawab, Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).

3. Keluar rumah tanpa izin suami

Termasuk berpergian jauh tanpa ditemani oleh mahramnya.

Seorang wanita tidak boleh berpergian kecuali bersama mahram.

Hadis di atas menyangkut semua bentuk safar. Wallahu alam. (Syarh Muslim: 9/103, dengan sedikit perubahan)

4. Menolak ajakan suami berhubungan

Rasulullah saw bersabda: Apabila lelaki mengajak isterinya ke tempat tidurnya kemudian dia menolak untuk datang lalu lelaki itu tidur semalam dalam keadaan marah kepadanya, maka dia dilaknat oleh malaikat sehingga subuh. (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

5. Berhias bukan untuk suami

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu (QS. Al-Ahzaab: 33)

6. Mengungkit kebaikan dirinya terhadap suami

Tak kurang ramai isteri yang mengungkit-ungkit kebaikan atau darjat dirinya di hadapan suaminya sehingga menyakiti dan merendahkan suaminya, hal ini merupakan perkara yang amat besar dosanya.

Abu Dzar radhiyallahu Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka azab yang pedih.

Abu Dzar radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali. Lalu Abu Dzar bertanya, Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. [HR. Muslim]

7. Membangkang terhadap suami (nusyuz)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Nusyuz adalah meninggalkan perintah suami, menentangnya dan membencinya (Tafsir Al Quran Al Azhim, 4: 24).

Wanita-wanita yang kamu khuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (QS. An Nisa: 34).

8. Menggugat cerai tanpa alasan syari

Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau syurga (HR Abu Dawud no 2226, At-Turmudzi 1187).

Astaghfirullah, semoga kita terhindar dari dosa-dosa tersebut.

Sumber: Aliffchannel.com
Sumber: http://suaramedia.org/
0


Dikisahkan apabila tiba di penghujung zaman nanti akan terjadilah satu peperangan yang terbesar dalam sejarah manusia iaitu peperangan diantara umat islam menentang kufar.
Perang Dunia ke 3 yang juga dikenali sebagai Armagedon ini merupakan perang terakhir antara kaum muslimin dengan orang-orang Yahudi sebelum kedatangannya hari kiamat.

Dalam perang tersebut pemimpin mereka Dajjal terbunuh, hingga seluruh Yahudi juga akan terbunuh seramai 70,000 orang.

Diriwayatkan apabila hampir subuh maka Imam Mahdi r.a pun memerintahkan tenteranya bersiap sedia untuk menunaikan solat subuh.

Itulah peperangan terakhir buat umat islam bersama tentera Al Mahdi dan subuh yang terakhir sebelum dajjal terbunuh oleh Nabi Allah iaitu Isa as.

Bilal pun melaungkan azan kemudian masing-masing bersolat sunat fajar apabila semuanya selesai. Bilal pun berdiri dan melaungkan Iqomah menandakan solat akan didirikan .

Pada masa yg sama di luar sana, 2 malaikat telah turun membawa seorang keturunan bani Israil dari langit, beliau adalah anak seorang perempuan yang suci, Nabi Isa a.s .

Nabi Isa a.s diturunkan ke menara putih di Masjid  di mana Imam Mahdi  dan kaum muslimin bersolat subuh.

Di dalam sebuah hadis ada menceritakan ketika Nabi Isa a.s turun ke bumi baginda memakai jubah yg berwarna putih kekuning-kuningan, berambut panjang sehingga mencecah bahu, rambutnya seolah-olah kelihatan basah seolah-olah ada air yg akan menitis ke pakaiannya, apabila di mengibaskan rambutnya jatuhlah mutiara daripadanya.

Turunnya Nabi Isa a.s adalah untuk membuat perhitungan yang terakhir . Inilah detik terpadamnya fitnah yang menguasai manusia berabad-abad lamanya.

Fitnah kaumnya tentang kematiannya disalib akan diperlihat kebenaran Al Quran bahawa jasadnya dinaikkan ke langit dan dikembalikan ke dunia untuk dipersaksikan keseluruhan umatnya.

Tanpa berlengah lagi nabi Isa a.s pun turun ke ruangan solat .Kelihatan ramai manusia sudah berdiri dan bersiap -siap untuk solat subuh .

Diriwayatkan bahawa manusia yang pertama yang mengetahui turunnya Nabi Isa a.s ialah pesuruhnya yang dikenali sebagai Zarnab Barala. Beliau hidup sejak zaman Rasulullah saw dan dipanjangkan usianya melebihi 2000 tahun.

Pesuruh nabi Isa as. itu ditempatkan di suatu bukit dan di doakan umur yang panjang sehingga turunnya nabi Isa a.s dari langit.

Maka Nabi Isa a.s pun mengucapkan salam kepada semua kaum muslimin, semua orang di situ mendengar dengan jelas salam itu lalu mereka semua berpaling ke arah suara itu. Masing-masing tertanya-tanya siapakah gerangan manusia yang baru memberi salam ini, tanpa berlengah maka Zarnab Barala memperkenalkan manusia itu ialah Nabi Isa as Putera Maryam.

Maka tersenyumlah kaum muslimin, suasana diselubungi perasaan syukur dan gembira.Nabi Isa a.s menyapa dan bersalam-salaman dengan kaum muslimin. Tidak menjadi masalah baginya untuk bermesra dengan kaum muslimin kerana baginda mengetahui banyak bahasa dunia.

Tanpa berlengah Nabi Isa a.s dipersilakan ke hadapan untuk mengimamkan solat subuh. Solat subuh yang terakhir sebelum Dajjal lenyap di dunia yang fana ini.

Imam Mahdi yang berumur 44 tahun ketika itu mempersilakan Nabi Isa a.s manjadi Imam tetapi ditolak pelawaan itu dengan baik olehnya. Dalam perkara ini, Rasulullah saw mengulas dalam salah satu hadisnya, Perbuatan Nabi Isa a.s adalah satu penghormatan untuk umat ini.

Setelah selesai sahaja Imam Mahdi r.a dan Nabi Isa a.s serta kaum muslimin bersolat subuh berjamaah. Nabi Isa a.s memerintahkan supaya pintu kubu di buka, setelah pintu kubu dibuka maka kelihatanlah si Mata Satu [Dajjal Al-Masih].

Bersama tenteranya telah berbaris dan bersedia untuk berperang. Di pinggang-pinggang mereka terdapat pedang yang bersalut emas dan mereka semua adalah kaum Yahudi yang ketika itu berjumlah seramai 70,000 orang tentera belum termasuk bilangan jin dan kaum-kaum lain yang terpedaya dan mengikuti dajjal.

Nabi Isa yang berusia 33 tahun itu pun maju ke hadapan bersama-sama tentera Islam. Nabi Isa ketika mara ke hadapan sambil menundukkan kepalanya dan apabila sampai betul-betul setentang dihadapan dajjal barulah Nabi Isa a.s mengangkat kepalanya dan merenung Dajjal dengan matanya.

Dengan izin Allah maka keluarlah mukjizat dari mata Nabi Isa a.s dan terkena Dajjal , akibat renungan tajam Nabi Isa a.s itu jasad dajjal pun mencair.

Maka kelihatanlah dengan jelas muka sebenar dajjal dan tubuh badannya. Kaum manusia yang sesat tersihir terkejut melihat perubahan �tuhannya� (dajjal) maka mereka pun tersedar bahawa mereka telah di tipu dan lari bertempiaran melepaskan diri.

Sesungguhnya tuhan yang diikuti selama 37 hari itu sebenarnya adalah dajjal.

Seperti maksud dari sepotong hadis, �Kemudian ia (Nabi Isa a.s) menuju kepada mereka (dajjal dan tenteranya) dan apabila ia dilihat oleh musuh Allah maka ia (dajjal) akan mencair seperti garam yg mencair, sekiranya ia membiarkan hal itu ,sesungguhnya musuh Allah akan binasa��

Dajjal sangat mengenali manusia yang berdiri di hadapannya itu, sebenarnya mereka sudah pernah bertemu sebelum ini iaitu lebih kurang 2020M tahun yangg lampau. Maka dajjal sedar ajalnya telah tiba, amat bodohlah sekiranya dia cuba untuk memerangi Nabi Isa a.s. Sudah tentu dia akan mati terbunuh dihadapan pengikutnya. Maka habislah gelaran pengiktirafan taraf Tuhan yang baru diperolehi itu daripada manusia.

Dajjal mengambil keputusan untuk melarikan diri, secara-tergesa-gesa lari ke arah timur namun apabila tiba di sana alangkah terkejutnya kerana di dapati musuhnya sudah ada di hadapannya. Tanpa berlengah dajjal lari ke arah barat, sampai di sana alangkah terkejutnya buat kali ke dua, Nabi Isa a.s sudah ada di hadapannya.

Sesungguhnya pada ketika ini dia merasakan ajalnya telah begitu hampir, namun dajjal tidak berputus asa lalu lari ke arah negaranya iaitu Israel, tetapi sebelum sampai ke kuilnya iaitu di suatu tempat di pintu masuk Lud, dajjal melihat Nabi Isa a.s sudah berdiri di situ dengan sebatang lembing di tangannya. Pada kali ini Nabi Isa a.s sudah tidak lagi memberi peluang kepada dajjal.

Nabi Isa a.s merejam lembing ke arah dajjal yang menusuk tepat ke dada dajjal dan dajjal pun mati dengan serta-merta, maka tamatlah riwayat tukang fitnah terbesar di sepanjang zaman.

Nabi Isa a.s kembali menemui kaum muslimin dan menunjukkan lembingnya yang dibasahi darah dajjal. Seperti yang diceritakan di sebuah hadis yg maksudnya, Akan tetapi Allah mengkehendaki untuk membunuhnya di tangan Isa Ibnu Maryam, maka Isa memperlihatkan darah dajjal di hujung tombaknya.

Kaum yahudi bertempiaran lari lalu bersembunyi di sebalik pokok-pokok dan batu-batu , mereka ketakutan kerana dajjal sudah mati dibunuh, tidak ada sesiapa yang akan menaungi mereka lagi selepas ini.

Kaum muslimin ketika itu nekad mengejar tentera yahudi dan membunuh semua kaum yahudi zionis di muka bumi yang berabad lamanya menindas bangsa lain di dunia.

Bukan setakat kaum muslimin memerangi kaum yahudi malah termasuklah pokok-pokok dan batu-batu. Sekiranya mereka bersembunyi di belakang pokok-pokok atau batu-batu, pokok-pokok dan batu-batu itu itu akan bercakap, Wahai muslim dibelakangku ini ada orang yahudi maka bunuhlah ia!�, lalu kaum muslimin itupun membunuh yahudi yang bersembunyi itu.

Seperti yang diceritakan pada suatu hadis yang maksudnya, Hai Muslim, hai hamba Allah, hai orang yang bertauhid, dibelakangku ada orang yahudi yang bersembunyi, maka datanglah ke sini dan bunuhlah ia .

Hadis yang lain menyebut, .sehingga pohon dan batu-batuan memanggil, wahai roh Allah di sini ada Yahudi , maka tidak ada seorang pun pengikut dajjal yang tidak di bunuh oleh Isa .

Surah Al-Mai�dah -Ayat 5:78

�Orang-orang kafir Yahudi dari Bani Israil telah dilaknat (di dalam Kitab-kitab Zabur dan Injil) melalui lidah Nabi Daud dan Nabi Isa ibni Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka menderhaka dan selalu menceroboh�.

Seperti pencerobohan yahudi ke atas Palestin apa yang kita lihat sekarang ini dan telah terkandung dalam surah Al-Mai�dah di atas sebagai bukti sahih.

Di dalam sepotong hadis Rasulullah telah bersabda, Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka, sehingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu, lantas batu dan kayu itu berkata, Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah ia, kecuali pohon Gharqad kerana ia termasuk pohon Yahudi (HR. Bukhari dan Muslim).

Surah Al-Mai�dah -Ayat 5:41

�Wahai Rasul Allah! Janganlah engkau menanggung dukacita disebabkan orang-orang yang segera menceburkan diri dalam kekufuran, iaitu orang-orang yang berkata dengan mulutnya: �Kami tetap beriman�, padahal hatinya tidak beriman; demikian juga dari orang-orang Yahudi, mereka orang-orang yang sangat suka mendengar berita-berita dusta; mereka sangat suka mendengar perkataan golongan lain (pendita-pendita Yahudi) yang tidak pernah datang menemuimu; mereka mengubah serta meminda perkataan-perkataan (dalam Kitab Taurat) dari tempat-tempatnya yang sebenar. Mereka berkata: �Jika disampaikan kepada kamu hukum seperti ini maka terimalah dia, dan jika tidak disampaikannya kepada kamu, maka jagalah diri baik-baik�. Dan sesiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, maka engkau tidak berkuasa sama sekali (menolak) sesuatu apapun (yang datang) dari Allah untuknya. Mereka ialah orang-orang yang Allah tidak mahu membersihkan hati mereka; bagi mereka kehinaan di dunia, dan di akhirat kelak mereka beroleh azab seksa yang besar�.

Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apa jua makhluk lain selain ia sebagai manusia yang ditangguhkan ajalnya Minal Munzharin seperti halnya Nabi Isa a.s. yang diangkat oleh Allah SWT ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula ke atas muka bumi ini (Masjid Ummayad, Damascus Syria) lalu beliau akan mati dan dikuburkan di Madinah Al Munawwarah bersebelahan makam baginda Nabi Muhammad SAW.

Wallahualam�

Sumber: tambahcheese
Sumber: http://suaramedia.org
0

Image result for Setelah Tiga Ribu Tahun, Doa Nabi Ibrahim Ini Baru Terkabul


Punya doa yang tidak kunjung terjawab dan dikabulkan Allah SWT? Hal ini biasanya membuat kita merasa cukup putus asa dan frustrasi. Bukannya bertambah tingkat ketaqwaan, hal ini terkadang justru melemahkan kondisi keimanan seseorang. 

Jika saat ini ada doanya yang masih belum dikabulkan, ada baiknya belajar dari kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam berikut ini. Allah SWT bahkan baru mengabulkan doa tersebut setelah penantian Nabi selama tiga ribu tahun.

Sangat lama bukan? Karena kesabaran dan kepercayaannya terhadap Tuhannya, Allah pun mengabulkan doa tersebut. Sayangnya, Beliau bahkan tidak menyaksikan langsung saat doa tersebut sudah terkabul. Seperti apa kisahnya? Berikut pemaparannya.

Kisah Nabi Ibrahim AS ini tentu sudah sangat familiar. Beliau merupakan salah satu Nabi yang lama tidak diberi keturunan oleh Allah SWT. Namun pada akhirnya Ia dikarunia anak yang kemudian diberi nama Ismail.

Kisahnya terjadi saat Bapak dan anak ini memperbaiki Ka�bah yang tiangnya sudah banyak mengalami kerusakan. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, di depan rumah Allah tersebut sang Bapak para nabi ini pun berdoa.

Ya Allah, utuslah di antara anak keturunan kami ini seorang Rasul yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, mengajarkan Kitab dan Hikmah dan menyucikan umatnya�.

Saat memohon doa tersebut, sang Nabi sangat khusuk dan lama. Tidak terasa air matanya juga mengalir kepipi.

Namun seiring waktu berjalan, tidak ada tanda-tanda kenabian itu datang. Padahal anak-anak keturunan anaknya yang juga seorang Nabi yakni Nabi Ismail sudah terus berkembang. Hal ini terjadi hingga Nabi Ibrahim meninggal dunia. 

Barulah setelah tiga ribu tahun lamanya, Allah SWT baru mengabulkan doa tersebut. Adalah seorang anak keturunan Ismail bernama Muhammad ibn Abdillah lahir. Anak mulia ini kemudian dikenal oleh alam semesta dengan Nabi Muhammad SAW, rasul penutup kenabian. 

Dialah yang dalam usia 40 tahun diangkat menjadi Nabi. Bahkan, ia menjadi Nabi pamungkas; khatam al-nabiyyin wa al-mursalin.

Doa Ibrahim agar dari anak keturunan Ismail ada yang diangkat jadi nabi, baru dikabulkan Allah ribuan tahun setelahnya. Suatu waktu Nabi SAW ditanya, mengapa kenabian jatuh pada dirinya. 

Nabi SAW bersabda, �Ini karena doanya Nabi Ibrahim, kabar gembira yang dibawa Nabi Isa, dan mimpi indah ibunda Aminah yang menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya hingga cahaya itu menyinari jagat raya�.

Kisah ini mengajarkan kita, agar mampu untuk berprasangka baik kepada Allah atas doa-doa yang kita mohonkan kepada-Nya. Manusia hanya perlu bersabar dan melengkapinya dengan ikhtiar. Semoga dibulan yang suci ini, doa kita segera dihijabah oleh Allah. Aamiin. 

Sumber : http://www.infoyunik.com

0

Image result for ghibah


Allah ta'ala menyamakan orang yang mengghibah saudaranya seperti memakan bangkai saudaranya tersebut. Apa rahasia dari penyamaan ini?

Allah �azza wa jalla berfirman,
????? ???????? ?????????? ??????? ? ????????? ?????????? ???? ???????? ?????? ??????? ??????? ??????????????? ? ?????????? ??????? ? ????? ??????? ???????? ???????
�Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang� (QS. Al-Hujurat: 12).
Dalam ayat di atas, Allah ta�ala menyamakan orang yang mengghibah saudaranya seperti memakan bangkai saudaranya tersebut. Apa rahasia dari penyamaan ini?
Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, �Ini adalah permisalan yang amat mengagumkan, diantara rahasianya adalah:
Pertama, karena ghibah mengoyak kehormatan orang lain, layaknya seorang yang memakan daging, daging tersebut akan terkoyak dari kulitnya. Mengoyak kehormatan atau harga diri, tentu lebih buruk keadaannya.
Kedua, Allah ta�ala menjadikan �bangkai daging saudaranya� sebagai permisalan, bukan daging hewan. Hal ini untuk menerangkan bahwa ghibah itu amatlah dibenci.
Ketiga, Allah ta�ala menyebut orang yang dighibahi tersebut sebagai mayit. Karena orang yang sudah mati, dia tidak kuasa untuk membela diri. Seperti itu juga orang yang sedang dighibahi, dia tidak berdaya untuk membela kehormatan dirinya.
Keempat, Allah menyebutkan ghibah dengan permisalan yang amat buruk, agar hamba-hambaNya menjauhi dan merasa jijik dengan perbuatan tercela tersebut� (Lihat: Tafsir Al-Qurtubi 16/335), lihat juga: I�laamul Muwaqqi�iin 1/170).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa�di menjelaskan, �Ayat di atas menerangkan sebuah ancaman yang keras dari perbuatan ghibah. Dan bahwasanya ghibah termasuk dosa besar. Karena Allah menyamakannya dengan memakan daging mayit, dan hal tersebut termasuk dosa besar. � (Tafsir As-Sa�di, hal. 745).
Wallahu a�lam.
Sumber: https://muslim.or.id

0

Image result for Tabayyun


Zaman teknologi kini, masyarakat terdedah dengan pelbagai medium yang membolehkan kita mengetahui apa jua jenis maklumat hanya di hujung jari sahaja. Facebook, Twitter, You Tube dan lain-lain lagi media massa kini mudah diakses oleh sesiapa sahaja dan di mana-mana.
Sungguhpun begitu, tidak semua maklumat yang terkandung di dalamnya perlu kita percaya bulat-bulat. Kadang, ada yang ingin menjatuhkan individu tertentu kerana sikap hasad dengki lalu diolah cerita yang kurang enak mengenainya dan disebarkan ke dalam media sosial. Inilah yang sering terjadi dalam masyarakat hari ini.
Lupakah kita dengan ayat Al-Quran yang meminta kepada kita agar selidik terlebih dahulu atau bahasa lainnya disebut sebagai �tabayyun� tatkala menerima sesuatu berita yang tidak diketahui sumbernya. Firman Allah SWT yang bermaksud;
�Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini � dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) � sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kau telah lakukan.�(Al-Hujurat : 6)
Imam al-Syaukani rahimahullah berkata;
�Yang dimaksudkan dengan �tabayyun� adalah memeriksa dengan teliti, yang dimaksudkan dengan �tathabbut� adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sesuatu peristiwa dan khabar yang datang, sehingga menjadi jelas dan terang baginya.�(Fathul Qadir 5/65)
Tahukah kita, kegagalan mengamalkan tabayyun ini dibimbangi akan mendatangkan kesan yang buruk dalam kalangan masyarakat. Apakah kesan tersebut? Berikut adalah lima daripadanya;

#1 � Berlaku Fitnah

Berlakunya fitnah atau mengadu domba yang akhirnya akan menyebabkan ikatan persaudaraan sesama Muslim itu terlerai dan berpecah dengan sendirinya.

#2 � Keretakan Institusi Kekeluargaan

Menyebabkan keretakan institusi kekeluargaan yang dibina, apabila ia melibatkan hubungan antara suami dan isteri.

#3 � Jauh Daripada Cara Hidup Islam

Menjauhkan diri daripada amalan atau cara hidup Islam yang sebenarnya. Ini kerana Islam amat mengambil berat perkara ini apabila berlakunya sesuatu perkara yang tidak diketahui asal usulnya.

#4 � Imej Yang Tidak Baik

Memberikan imej yang tidak baik dalam kalangan komuniti bukan Islam terhadap agama Islam itu sendiri, jika hal yang berlaku melibatkan hal ehwal sesama Muslim.

#5 � Terjejasnya Hubungan Antara Negara

Mengakibatkan terjejasnya hubungan antara negara, selain memburukkan imej negara yang terlibat, jika ia melibatkan hal ehwal negara kita dan negara luar.
Sungguhpun begitu, kesan mahupun akibat buruk seperti di atas ini masih boleh diatasi jika kita sebagai individu Muslim ada rasa kebertanggungjawaban dan saling beringat akan saranan dan firman Allah SWT yang tersebut di atas. Sungguh, kehidupan kita di muka bumi ini sudah diatur oleh Allah SWT dan kita hanya perlu menurutinya sahaja. Firman Allah SWT yang bermaksud;
�Sesungguhnya, Al-Quran ini membimbing ke jalan yang lurus.(al-Isra�: 9)
Moga bermanfaat. Wallahua�lam.
Sumber : https://tazkirah.net
0

Image result for hukum memelihara anjing


Apabila disebut sahaja anjing, maka bermacam-macam persepsi akan timbul. Ada yang jijik melihat anjing, ada pula yang begitu mesra dengan anjing, dan ada pula orang yang apabila marah akan menggunakan perkataan �anjing� sebagai salah satu kata-kata nista dan keji yang dihamburkan. Bagi masyarakat Melayu Islam pula, anjing merupakan binatang yang paling tidak digemari dan mereka akan sedaya upaya menjauhkan diri daripada binatang tersebut. Lantaran itu boleh dikatakan masyarakat Melayu �tidak berani� mendekati anjing, apa lagi menyentuhnya. 

Binatang yang dianggap najis

Sebenarnya, anjing sebagai binatang yang dianggap najis, termaktub di dalam hadis yang sahih. Justeru, menurut jumhur fuqahak, anjing membawa najis mughallazah. Ia berdasarkan perintah Rasulullah agar membasuh bekas yang dijilat anjing sebanyak tujuh kali dimulakan dengan air yang dicampur tanah. Nabi Muhammad saw bersabda, maksudnya: �Sucinya bejana (bekas) salah seorang daripada kamu yang dijilati anjing adalah dengan dibasuh bejana itu tujuh kali dengan air dan pada basuhan pertama dicampur dengan tanah.� (Hadis Riwayat. Muslim, Abu Daud dan Ahmad). Mungkin timbul persoalan mengapa Rasulullah menyuruh umatnya menggunakan tanah untuk menyuci bekas yang dijilat anjing? Hikmah yang sebenarnya, hanya Allah sahaja Maha Mengetahui. Namun, ada pendapat yang mengatakan bahawa dalam air liur anjing ada bakteria yang hanya dapat dimatikan oleh tanah yang dicampur air.
Walaupun Rasulullah mengarahkan agar membasuh bekas jilatan anjing sebanyak tujuh kali, namun ini tidak bermakna Islam menganggap anjing sebagai makhluk hina yang wajib dibenci dan dijauhi. Ini kerana Islam mengajar kita supaya mempunyai sifat rahmat di antara sesama makhluk, termasuk kepada binatang. Walau apa pun persepsi manusia terhadap anjing, ia merupakan salah satu daripada makhluk yang diciptakan Allah di atas muka bumi ini. Sekiranya seseorang itu melakukan kebaikan pada mana-mana makhluk Allah, maka sudah tentu akan mendapat ganjaran yang besar di sisi Allah.

Diampunkan dosa kerana menolong seekor anjing

beri anjing makan
Dalam sebuah hadis diceritakan bagaimana seorang lelaki diampunkan dosanya kerana menolong seekor anjing yang kehausan. Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, maksudnya: �Ketika seorang lelaki berjalan di suatu jalan, dia terlalu dahaga. Tiba-tiba dia menemui sebuah perigi. Oleh kerana tiada timba untuknya menceduk air dari perigi itu, dia pun turun ke dalamnya dan meminum air sehingga puas. Kemudian dia naik ke atas dan ternampak seekor anjing terjelir-jelir lidahnya menjilat pasir kerana tersangat dahaga. Lelaki itu berkata kepada dirinya sendirinya: Anjing ini haus seperti apa yang aku rasakan sebelum ini. Lalu dia turun semula ke dalam perigi dan mengisi air ke dalam kasutnya. Dia memegang kasut yang dipenuhi air itu dengan mulutnya sambil memanjat naik ke atas. Kemudian dia memberi anjing itu minum. Lantas Allah mengampunkan dosanya dan memasukkannya ke dalam syurga.�Sahabat bertanya: �Ya Rasulullah! Apakah dengan menolong haiwan kita mendapat pahala juga?� Baginda menjawab: �Ya! Menolong setiap makhluk bernyawa akan diberi pahala.� (Hadis riwayat al-Bukhari).

Tujuan membela anjing

bela anjing
Walaubagaimanapun, Islam telah menetapkan beberapa peraturan berkaitan dengan anjing ini, apatah lagi apabila ia termasuk dalam najis mughallazah. Contohnya ialah masalah memelihara anjing, adakah ia dibenarkan oleh syara' atau tidak? Oleh itu, hendaklah dilihat maksud pemeliharaan itu sama ada untuk menjaga kemaslahatan manusia atau tidak. Jika ya, maka hukumnya boleh, dan apabila tidak, maka hukumnya haram.
Menurut Prof Dr Yusof al-Qaradhawi dalam bukunya Halal wa Haram fi al-Islam, termasuk yang dilarang oleh Nabi ialah memelihara anjing di dalam rumah tanpa ada sesuatu keperluan. Nabi bersabda: "Barangsiapa memelihara anjing tidak untuk keperluan berburu atau penjagaan, maka pahalanya akan berkurang sebanyak satu qiroth bagi setiap hari" (Muttafaq 'Alaih)
Pemeliharaan anjing tanpa sebarang keperluan dilarang kerana malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang terdapat di dalamnya anjing. Sabda nabi: "Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada di dalamnya anjing dan gambar" (Muttafaq 'alaih). Daripada Ibn Umar r.a.meriwayatkan bahawa malaikat Jibril as berjanji akan datang menemui Rasulullah s.a.w. Setelah sekian lama menanti, Jibril as tidak juga muncul. Lalu Rasulullah saw pun keluar, dan baginda menemui Jibril di luar. Rasulullah mengadu akan kelewatan tibanya. Jibril menjelaskan dengan berkata: "Sesungguhnya kami tidak memasuki rumah yang ada anjing dan gambar" (Hadis riwayat al-Bukhari). Abu Hurairah r.a mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya : �Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing". (Hadis Riwayat Muslim).

Hikmah tidak memelihara anjing

Menurut Abdul Qadir Ahmad 'Ata menerusi bukunya Haza Halal wa Haza Haram, antara sebab malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang mempunyai anjing ialah anjing merupakan binatang yang banyak makan benda-benda kotor serta mempunyai bau yang kurang menyenangkan yang tidak disukai oleh para malaikat. Sebahagian ulama lain pula ada yang berpendapat, bahawa hikmah dilarangnya memelihara anjing di rumah ialah apabila anjing itu menyalak, ia akan menakutkan tetamu yang berkunjung ke rumah.
Imam al-Qurtubi berkata : "Telah terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang sebab-sebab Malaikat Rahmat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing. Sebahagian ulama mengatakan bahawa anjing itu najis, dan ada pula yang mengatakan bahawa ada anjing yang diserupai oleh syaitan. Malaikat yang tidak memasuki rumah yang mempunyai anjing itu ialah malaikat tertentu sahaja seperti Malaikat Jibril dan Malaikat Rahmat. Manakala malaikat-malaikat lain tetap akan masuk ke dalam rumah yang mempunyai anjing. Ini kerana terdapat nas-nas yang menunjukkan malaikat ada di mana-mana bersama anak Adam, khususnya Raqib dan 'Atid yang mencatat segala amalan manusia. Apatah lagi malaikat maut, akan masuk mana-mana rumah untuk mencabut nyawa penghuninya yang sudah sampai waktu ajalnya.
Manakala Ibnu Hajar dalam al-Fath al-Bari pula berkata : "Ungkapan malaikat tidak akan memasuki rumah ...." menunjukkan malaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)". Akan tetapi pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khatabi, dan yang lainnya mengatakan : "Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasuki rumah setiap orang kerana tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetik pun dengan manusia. Sedangkan yang dimaksud dengan malaikat (yang tidak memasuki rumah yang mempunyai anjing) ialah malaikat rahmat (yang suka memohon keampunan untuk manusia) bukan malaikat hafazhah yang menjaga manusia. (Lihat Sharah Shahih Muslim 14/94). 

Pahala berkurangan

Ringkasnya, Islam melarang memelihara anjing tanpa sebarang keperluan kerana Islam merupakan agama yang mencintai kebersihan. Tambahan itu, larangan tersebut adalah kerana malaikat Rahmat tidak akan masuk kedalam rumah orang yang memelihara anjing di dalamnya.
Akan tetapi, anjing yang dipelihara kerana ada kepentingan dan maslahat bagi manusia, seperti untuk berburu, menjaga tanaman, menjaga binatang dan sebagainya adalah dikecualikan daripada larangan ini. Ini kerana terdapat hadis Rasulullah yang mengharuskannya. Sebagai contohnya ialah sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Sesiapa yang memelihara anjing, selain anjing pemburu atau penjaga tanaman dan binatang, maka pahalanya akan berkurang setiap hari satu qirat." (Riwayat Jamaah)
Berdasarkan hadis tersebut, sebahagian ulama' fekah berpendapat bahawa larangan memelihara anjing itu hanya makruh, bukan haram, sebab kalau sesuatu yang haram, sama sekali tidak boleh dilakukan sama ada pahalanya itu berkurang atau tidak. Justeru, al-Khattabi dan Qadhi �Iyad berkata, malaikat hanya tidak memasuki rumah orang yang membela anjing tanpa keperluan, tapi bagi mereka yang memelihara anjing untuk tujuan buruan, malaikat rahmat tetap masuk ke dalam rumah itu. Namun, Imam Nawawi menyanggah pendapat ini dengan menyatakan hadis tersebut bersifat umum, jadi malaikat Rahmat tidak akan masuk ke dalam rumah yang memelihara mana-mana anjing sekalipun.
Di samping itu, terdapat hadis-hadis lain yang menerangkan tentang keharusan memelihara anjing dengan tujuan untuk pengawalan atau untuk berburu sekiranya dijaga batas-batas pergaulan dengan binatang tersebut. Antaranya ialah: "Daripada Abu Tha'labah al-Khasyni berkata; Aku pernah bertanya: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami berada di kawasan berburu, aku berburu dengan anak panahku dan dengan menggunakan anjingku yang terlatih (yang diajar) serta anjingku yang belum terlatih, manakah yang dibolehkan untukku ?" Rasulullah saw menjawab: "apa yang telah engkau buru dengan anak panahmu dan engkau sebut nama Allah sebelumnya, makanlah. Dan yang telah engkau buru dengan anjingmu yang tidak terlatih, lalu kamu sempat menyembelihnya, maka makanlah". (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Sehubungan dengan itu, dapat dinyatakan bahawa memelihara anjing hanya dibenarkan apabila wujud keperluan untuk menjaga maslahah manusia. Namun begitu, sekiranya tidak didasarkan kepada apa-apa keperluan, maka pemeliharaan anjing adalah haram dan dilarang. Ini berikutan 'najis mughallazah' yang terdapat pada anjing tersebut dan kesan pemeliharaan tersebut menyebabkan malaikat Rahmat tidak memasuki rumah penghuninya.
Sumber : http://iluminasi.com
0

Image result for Penyebab Tidak Berkahnya Ilmu


Ilmu agama bukanlah tujuan paling utama dari belajar agama dan semata-mata hanya ilmu saja. Akan tetapi tujuan kita belajar agama dan menuntut ilmu adalah agar bisa mengamalkan ilmu tersebut.

Apa Tujuan Menuntut Ilmu yang Sebenarnya?

Perlu kita ingat kembali bahwa ilmu agama bukanlah tujuan paling utama dari belajar agama dan semata-mata hanya ilmu saja. Akan tetapi tujuan kita belajar agama dan menuntut ilmu adalah agar bisa mengamalkan ilmu tersebut. Jika kita sudah berilmu akan tetapi kita tidak bisa mengamalkan ilmu tersebut, inilah yang disebut dengan �ilmu yang tidak berkah.� Tujuan utama ilmu tidak tercapai yaitu diamalkan. Ilmu tersebut bahkan sia-sia karena tidak bisa menjaga orang yang mengetahui ilmu tersebut.

Contoh Ilmu yang Tidak Berkat

Ilmu yang tidak berkah misalnya, ada orang yang tahu banyak hadits dan ayat mengenai �sabar ketika mendapat musibah� bahkan ia hapal ayat dan hadits tersebut. Akan tetapi, ketika ia mendapat musibah, ia malah tidak sabar dan mencela takdir Allah. Semua ayat dan hadits yang ia hapal ia lupakan saat itu .

Contoh Ilmu yang Berkat

Ilmu yang berkah misalnya, ada orang yang mungkin tidak hapal hadits dan ayat tentang �sabar ketika dapat musibah.� Yang ia ingat hanya sepotong perkataan nasehat ustadz yaitu �Orang sabar akan disayang dan dibantu Allah, jadi harus ridha dengan takdir Allah.� Ketika dapat musibah, ia ingat perkataan ini dan iapun sabar serta tetap berbahagia dengan takdir Allah. Ilmu yang sedikit itu berkah dan bisa menjaganya.

Penyebab Tidak Berkatnya Ilmu

1. Niat menuntut ilmu yang tidak ikhlas

Menuntut ilmu harus ikhlas, bukan untuk sombong dan mendapatkan pujian manusia. Seseorang akan mendapatkan ganjaran sesuai niatnya. Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,
???? ??????? ?????? ? ???? ??? ???? ?? ???
�Sesungguhnya amal itu sesuai dengan niatnya. Setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.�[1]
Hendaknya kita perbaiki niatkan dan selalu intropeksi diri baik di awal maupun di tengah-tengah amal kita karena hati dan niat manusia bisa dengan mudah berbolak-balik.
Sufyan Ats-Tsauri berkata,
?? ????? ???? ??? ??? ?? ???? ? ????? ????? ???
�Tidaklah aku berusaha untuk mengobati sesuatu yang lebih berat yaitu meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak-balik.� [2]

2. Menuntut ilmu hanya sebagai wawasan

Artinya kita tidak pernah berniat menuntut ilmu untuk kita amalkan. Segera kita perbaiki niat kita agar menuntut ilmu untuk mengamalkannya.
Abu Qilabah berkata kepada Ayyub As Sakhtiyani,
???? ?????? ??? ?????? ?????????? ????? ????????? ????? ?????? ??????? ???? ????????? ???? ????????
�Apabila kamu mendapat ilmu, maka munculkanlah keinginan ibadah padanya. Jangan sampai keinginanmu hanya untuk menyampaikan kepada manusia.�[3]

3. Kurang adab dalam menuntut ilmu

Jika cara meminta dan menuntut ilmu saja sudah salah cara dan adabnya, bagaimana bisa kita dapatkan keberkahan ilmu tersebut? Ibarat seseorang akan minta uang atau pinjam sesuatu pada orang lain, akan tetapi dengan cara yang kasar dan membentak serta adab yang jelek, apakah akan diberi?
Maaf, berikut contoh praktik menuntut ilmu dengan adab yang kurang baik:
-Terlambat datang dan tidak minta izin dahulu, tetapi kalau gurunya terlambat langsung ditelpon atau SMS: �ustadz kajiannya jadi tidak?�
-Kalau tidak datang, tidak izin dahulu (untuk kajian yang khusus) dan kajian datang semaunya
-Duduk selalu paling belakang dan sambil menyandar (tanpa udzur)
-ketika kajian terlalu banyak memainkan HP dan gadget tanpa ada keperluan
-Terlalu banyak bercanda atau ribut dalam majelis Ilmu
-Terlalu Fokus ke Ilmu saja tanpa memperhatikan adab, niatnya hanya ingin memiliki kedudukan yang tinggi di masyarakat serta lupa memperhatikan dan mencontoh adab dan akhlak gurunya.
Contoh adab dalam menuntut ilmu adalah tenang  dan fokus ketika di majelis ilmu. Ahmad bin Sinan menjelaskan mengenai majelis Abdurrahman bin Mahdi, guru Imam Ahmad, beliau berkata,
??? ??? ?????? ?? ???? ? ????? ?? ?????? ?? ???? ??? ?? ???? ??? ???? ?? ????? ???
�Tidak ada seorangpun berbicara di majelis Abdurrahman bin Mahdi, tidak ada seorangpun yang berdiri, tidak ada seorangpun yang mengasah/meruncingkan pena, tidak ada yang tersenyum.�[4]

4. Sangat jarang atau tidak pernah menghadiri majlis ilmu

Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi kita. Tidak bijak jika secara total kita hanya mengandalkan belajar lewat sosial media yang ilmu tersebut datang kepada kita dengan sendirinya. Ulama dahulu menjelaskan,
????? ???? ? ? ????
�Ilmu (agama) itu didatangi bukan ilmu yang mendatangi�
5. Tidak menuntut ilmu secara bertahap dan tidak istiqamah
Yaitu menuntut ilmu agama tidak teratur dan tidak berurutan sesuai arahan guru. Perhatikan nasihat Syaikh Muhammad Shalih bin Al-�Utsaimin rahimahullahu berikut:
?? ???? ?? ?? ???? ????? ?? ?? ?? ?? ???? ?? ????? ?? ??? ???? ??? ??????? ????? ???? ????? ?? ?????? ????? ??? ????? ???? ?? ????? : ?? ???????? ???? ?? ??? ??? ?????? ???? ?? ?????? . .. ????? ?? ????? : ??? ?? ??? ????????? ???? ?? ???? ?????? ???? ?? ?????? ? ???? ?? ??? ??????? ????? ?? ?? ????? ???? ??? ? ??? ?? ?????? ? ????? ?????? ??? ??? ????? ???? ???? ????? ? ?????
�Janganlah mempelajari buku sedikit-sedikit, atau setiap cabang ilmu sepotong-sepotong kemudian meninggalkannya, karena ini membahayakan bagi penuntut ilmu dan menghabiskan waktunya tanpa faidah,
Misalnya:
Sebagian penuntut ilmu memperlajari ilmu nahwu, ia belajar kitab Al-Jurumiyah sebentar kemudian berpindah ke Matan Qathrun nadyi kemudian berpindah ke Matan Al-Alfiyah. Demikian juga ketika mempelajari fikih, belajar Zadul mustaqni sebentar, kemudian Umdatul fiqh sebentar kemudian Al-Mughni kemudian Syarh Al-Muhazzab, dan seterusnya. Cara seperti Ini umumnya tidak mendapatkan ilmu, seandainya ia memperoleh ilmu, maka ia tidak memperoleh kaidah-kaidah dan dasar-dasar.�[5]
Demikian semoga bermanfaat
Sumber: https://muslim.or.id

0

Related image


Setiap kali meninggal, manusia mesti kembali kepada Tuhannya. Namun demikian, ia akan memasuki alam kubur terlebih dahulu. Di alam inilah, malaikat Munkar dan Nakir bekerja. Dua malaikat ini akan menanyakan sikap si mayit perihal tuhan, malaikat, agama, kitab, kiblat, rasul, takdir, nikmat-siksa kubur, hari Kiamat, Surga-Neraka, dan lainnya.
<>
Dalam tanya-jawab inilah penentuan nasib si mayit ke depannya. Kalau di tahap ini gagal, ia akan sengsara di kubur hingga hari Kiamat tiba. Ia akan mengalami pelbagai macam siksa kubur yang dahsyat dan mengerikan. Lebih-lebih nanti pada hari Kiamat kelak.

Mengingat hebatnya tanya-jawab di kubur, setiap manusia perlu mempersiapkannya sejak semasa hidup. Bahkan kalau perlu, manusia melakukan sesuatu agar ia terbilang orang-orang yang dikecualikan dari pertanyaan dua malaikat yang hebat itu. Demikian disebutkan Syekh Sa�id bin Muhammad Ba�asyin dalam karyanya Busyrol Karim.

??????? ??? ???? ??? ?? ?????? ????????? ???????? ??????? ???????? ???????? ?????? ????? ????? ?? ?? ?????? ?? ???? ?????? ???????? ?? ??? ?????? ???? ?? ???? ??? ???? ???????. ??? ?????? ?? ???? ?????? ???. ??? ???? ???? ?????? ??? ????? ??? ??? ?????.

Artinya, pertanyaan malaikat di kubur, berlaku bagi setiap mukallaf kecuali orang yang dibebaskan. Mereka yang dibebaskan misalnya para nabi, syuhada, siddiq, penjaga di perbatasan daerah musuh, wafat karena sakit perut, orang yang melazimkan bacaan surat �Tabarok� atau �Haa Miiim As-Sajdah� setiap malam, mereka yang mati diserang penyakit sampar, atau mereka yang wafat hari Jum�at. Demikian berlaku bagi orang mati syahid. Demikian disebutkan Al-Qurthubi.

Sementara orang yang tidak ditanya Munkar-Nakir, tidak akan disiksa di kuburnya. Setiap orang beriman meskipun bermaksiat, akan diberi taufiq untuk menjawab pertanyaan malaikat. Tetap diberi taufiq kendati setelah tergagap-gagap saat ditanya.

Untuk itu, sebaiknya manusia betul-betul mempersiapkan sejak dini masa depannya untuk di dunia, di alam barzakh, maupun di akhirat kelak. Dengan persiapan yang cukup, insya Allah masa depan sekurang-kurangnya lebih sejahtera. Wallahu A�lam.

Sumber : http://www.nu.or.id

0

Author

authorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →